Rabu, 14 Februari 2018

Bukan RINDU


Bukan Rindu

Mana mungkin aku lupa
Masih terekam dengan jelas aromanya
Aku masih mengingat detail setiap sesapan pahitnya

Aku tak akan pernah lupa
Bagaimana memandangnya dengan penuh makna
Membiarkanku penuh genggaman asa

Sungguh aku tak akan lupa
Pekatnya yang hangat mendekap
Dan sedikit asamnya sebuah kalimat harapan

Sudah kukatakan, aku tak akan lupa
Hanya, hanya saja, ingin melepaskannya
Tak ada satu atau dua alasan
Hanya melepaskannya begitu saja

Selasa, 06 Februari 2018

Dialog

Renjana,
Asing bukan?
Tapi yang kusadari kata itu tak asing
Untuk menunjukkan apa yg bersemayam di hati

Ah renjana, kenapa kau selalu membawa asa
Sedang ia, asa, tak pernah memberi kepastian

Hai renjana, apakah kau akan tetap disebut seperti itu
Jika, asa yg membuntutimu tak berbalas

Jangan pedulikan aku wahai renjana
Aku tercipta untuk mencari kepastian
Tapi Aku, sang akal, akan selalu mengujimu renjana
Apa kau pertahankan namamu dengan atau tanpa asa

Kamis, 24 Agustus 2017

Rindu

Sebelumnya aku tak pernah tahu arti sebuah rasa
Bahkan aku hilang ingatan apakah ia pernah singgah dihatiku atau tidak
Setiap kali sinyal kerinduan datang dari indraku akan hadirnya sebuah rasa
Sebanyak itu pulalah bahkan berkali-kali lipat dengan tega aku menikamnya

Asa semakim lama semakin memudar dan terserak
Harap akan hadirnya habisditelan masa utuh-utuh dengan memori yang menyakitkan
Tiada tangis untuk rasa sakit dan kekecewaan
Tiada tawa lepas untuk ungkapkan kebahagiaan

Kali ini, Tanpa basa-basi kerinduan akan rasa itu hadir
Ia menerobos masuk dan menyeruak dengan cepatnya detik demi detik
Ego yang berdiri kokoh runtuh seketika tanpa hitungan purnama
Begitu cepatnya hati ini menerima rasa yang belum pernah ada sebelumnya

Rindu itu disebut cinta dan cinta itu Kamu
Iya, cinta, kata yang tak mudah diungkapkan
Cinta, yang dulu dengan sombongnya tak pernah diakui
Kini bukan hanya sebuah kata tanpa arti
Hadir dalam perbuatan-perbuatan sadar
Seirama dengan degupan jantung ia selalu hadir meletup-letup tanpa ampun
Paruh waktu tersisa ingin memastikan lidah mengeja dengan benar setiap harinya tiga kata: aku cinta kamu
 

Jumat, 30 November 2012

kEriNdU@N



kini ia bebas lepas
menunjukkan sayap indahnya
di langit biru ia terbang
hinggap pun di bunga

terbang sangat jauh
mencicipi sari madu
serbuk sari pun dibantu
dan bunga-bunga tersenyum

kini hanya ada rapuh
yang dirasakan hanya rindu
kepompongnya yang dulu
tempat ia berlindung

Jumat, 23 November 2012

yang dibaca sore ini....


SAAT BERHARGA UNTUK ANAK KITA
Mohammad Fauzil Adhim

Ketika bayi baru lahir yang paling baik adalah bayi sesegera mungkin disusui oleh ibunya, didekap oleh ibunya, sehingga mempercepat terjadinya bonding, yakni ikatan batin antara ibu dan anak.  sesungguhnya bonding yang kuat antara ibu dan bayinya yang baru lahir akan memudahkan pengasuhan. ia menjadi bayi mudah (easy baby), maksudnya ia mudah ditangani, tidak banyak rewel, dan komunikatif. ia juga mmudah menyesuaikan diri dengan orang-orang baru karena kepercayaan dasarnya terbangun semenjak detik-detik pertama lahir. Di antara hikmatut-tasyri' (hikmah disyariatkannya) azan dan mentalqin anak dengan kalimat laa ilaaha ilallah pada awal-awal kelahirannya adalah untuk membentuk kepercayaan dasar (basic trust) yang kuat dan menstimulasi kecakapan intelektual serta bahasa anak.
Anak yang kurang memiliki rasa aman kepercayaan dasarnya tidak kuat. Anak yang kurang memilliki rasa aman akan mengalami hambatan psikologis untuk bernisiatif. Ia juga tidak memiliki keberanian untuk melakukan segala sesuatu "secara mandiri" tanpa bantuan orang tua atau orang terdekat lainnya. ia belajar untuk memiliki ketergantungan.
secara jangka panjang, anak-anak yang dibesarkan dengan kemesraan yang kokoh akan lebih bebas bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya dalam kehidupan sehari-hari, lebih memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru ataupun mengungkapkan gagasan, dapat menghadapi masalah dengan cara-cara yang baru, dan menjadi lebih nyaman serta mudah menyesuaikan diri terhadap orang-orang yang belum begitu akrab.
Rasulullah saw. pernah menegur Ummu Fadhl ketika merenggut anaknya secara kasar karena pipis di dada Rassulullh. "pakaian yg kotor ini dapat dibersihkan dengan air," kata Rasulullah saw., "tap apa yang dpaat menghilangkan kekeruhan jiwa anak ini akibat renggutanmu yang kasar?"
anak-anak yang baik; anak-anak yang bersih imannya dan hidup pikirannya tidak akan pernah lahir dar sikap kita yang keras dan tidak memberi mereka ruang untuk mencoba. Mereka tidak akan berani berinisiatif, apalagi menghadapi tantangan, apabila tidak ada rasa aman. mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia kerdil, meski tubuhnya besar, kalau mereka tidak memperoleh penerimaan yang tulus. sehebat apapun anak kita kalau tidak memiliki penerimaan diri yang baik, sence of competence mereka akan mati.

Jumat, 28 September 2012

KETIKA HATI MERINDU

Aku tak pandai merangkai kata seindah pelangi
Aku tak pandai bersajak hingga membuat gunung-gunung bergetar
Namun aku percaya
Ketika hati berbicara
Mata pun berisyarat melebihi untaian-untaian kata tak berujung
Raut wajah pun menggetarkan hati
Dan ketika itu pun tak lagi bermakna
Jutaan kupu-kupu di balik gunung yang kokoh
Riang menari di taman bunga menanti kebahagiaan
Dan aku pun tak peduli
Meski pun kudaki dengan hati yang terjal
Meski pun dahaga kekhawatiran melanda
Meski pun hujan membasahi wajah
Karena aku menetapkan hatiku
Meski semu dan hanya dalam mimpi
Namun harum madu dan gemiricik air
Selalu terdengar dalam hati yang terbuai rindu

Menjelang Tengah Malam

Menjelang tengah malam, di medan latihan menjaga kesucian niat
Dan pelajaran hari ini adalah, lurusnya niat dapat membantu segala rintang yang membuatku nyaris melemah..
Seiring dengan kuatnya kesulitan, hatiku meminta padaNya semakin kuat
Kembali ini menunjukkan lemahnya aku dihadapanNya
Tiada terlukis cinta ini dihati, menyampaikan keyakinan aqidah pada orang lain yang mungkin lebih mengenal Mu
Karena tak ada lagi yang kupunya selain serpihan cinta Mu
Mengalun bersama detik yang berdetak dalam tiap langkahku
Perjuangan ini terlihat tanpa ujung, aku pun merasa hanya segores pena dalam tumpukan lembar
Mencium wangi surga yang menyemangatiku
Bahwa janjiNya senantiasa terpenuhi
Aku pun belajarmemaafkan keadaan untuk mampu memaafkan diriku
Karena untuk mencintaiku, kubutuh orang lain mencintaiku
Engkau tahu itu, sebab kemahaanMu menjulang tanpa kupernah tahu ujungnya
Sia-sia tentu bila keletihan ini tak terjadi hanya karena Mu
Hanya sembilu yang kudapat, bila hatiku berpaling dariMu
YaaRohman..kasih Mu lebih indah dari lengkung pelangi
Kekuatan hati ini adalah anugerah cinta Mu
Walau aku tahu yang kulakukan tak sebanding denganMu
Karena aku tak pernah punya siapapun, selain keyakinan indahnya bunga surga
Terimakasih cinta, telah mencintaiku dengan sederhana
Ku hanya butuh itu
Pertama kali rasa pesona ini manis
Ku pikir ini hanya dongeng, tapi tidak hari ini
Cinta padaMu, membawa pelangi dalam rintik gerimis yang kukira akan selamanya
Aku hanya ingin melihat pelangi itu, semarak dengan kehadiranku
Untaian kata ini menjadi ibadah untuk meyakinkan hatiku hanya untukNya
Jaga sinar pelangi itu, aku ingin berjuang dengan semangat warnanya
Tak kutanya, bilamana pelangi itu tak untukku
Aku tak mampu sedih dihadapan gemerlap pelangi ini
Terlalu manis untuk dilupakan


Oleh: Azzahro Jannah

Warnaku Akan Melengkapimu

Lembaran hatiku kini berwarna setelah seekor ikan itu menghampiri
Ikan dengan rupa elok dan lincah
Menyipakkan air di kaki hatiku
Menyadarkan bahwa dia cinta pertamaku
Dalam tiap sisiknya yang meyakinkan aku, hanya untuk dia aku ada disini
Ikan yang terpuji dan amat disayang Penciptanya
Geliat syukur, ikhlas, sabar, positif memancar dari warnanya
Perkataannya adalah titah yang membuat semangat yang nyaris pupus kembali melejit
Teduh tatapannya merupakan hadiah agung dari Maha Cinta untukku
Namun kutahu, menanti hingga batas waktu yang mana kita dapat bermain satu kolam
Berenang bersama dalam saying untuk nyanyian semesta
Dalam penantian ini, kukuatkan hati dan keyakinan
Jika memang garisnya kita adalah sama, pasti kita akan bersama
Ku tak ingin merusak perangainya
Cintaku bukan kata, karena aku tak mampu berkata dihadapannya
Cintaku hanya sebuah doa yang mengalir di tiap pintaku
Untuk menjaga cinta ini dalam arus yang benar
Bukan sekedar cinta yang berisik, tapi cinta yang bergetar bersama menuju MahaKasih
Hujan hatiku tiap kali aku melihatnya salah laku
Hanya kuteriakkan rasa ini pada Maha Lembut
Aku yakin, akan sampai
Bukan karena aku pantas membersamai warnanya, tapi karena warnaku yang sederhana akan melengkapi tiap jalannya
Mencintaimu adalah proses pendekatan pada Pemberi Kehidupan

Azzahro Jannah, 22 juli 2012, tepi hari di sudut Yogyakarta

Minggu, 18 Maret 2012

Siapakah Sebenarnya Wonder Women???

bismillah....
Kisah-kisah heroik seperti Superman, Spiderman, Batman dan lain sebagainya dalam film-film sungguh mengesankan. Dan jika diamati lagi dalam film-film tersebut, kemunculan super hero dilatarbelakangi oleh adanya kekacauan dan tindakan-tindakan kriminal. Nah, berikut ini beberapa kekacauan yang mewakili kekacauan-kekacauan lainnya sehingga dibutuhkan super hero wanita, WONDER WOMEN.
TRIBUNNEWS.COM - 66 persen remaja putri usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) tidak lagi perawan. Data ini beradasar hasil Survei Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang dilakukan secara nasional (2010).
Angka 66 di atas akan terus meningkat jika wonder women tidak segera menyelamatkannya. Dan bukan hanya tidak lagi perawan permasalah yang ada tetapi juga merambah ke masalah lain yaitu perilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan. Dalam Okezone.com (2011) disebutkan bahwa tingkat laku seksual dengan berganti pasangan pada kalangan remaja di Indonesia ternyata setiap tahun meningkat. Dokter ahli penyakit kulit dan kelamin dr Arie Muhandari mengaku, jumlah pasien usia remaja sekitar pelajar SMP dan SMA yang datang untuk berkonsultasi kepadanya terus bertambah.
Selain itu remaja juga memiliki permasalahan yang tidak kalah pentingnya saat ini adalah kasus NARKOBA. Dalam REHSOS-DEPSOS.GO.ID (2011) disebutkan bahwa kasus-kasus penyalahgunaan NAPZA telah merambah kedalam kehidupan remaja bahkan anak-anak. Mengacu pada hasil penelitian International Labour Organization (ILO) yang dilakukan pada tahun 2005, menyebutkan bahwa remaja yang berusia 13 tahun dan 15 tahun sudah membuat dan menggunakan NAPZA.
Terakhir, masalah yang blooming akhir-akhir ini di Indonesia adalah korupsi. REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS--Jumlah perkara tindak pidana korupsi di Tanah Air yang memasuki tahap penyidikan dari Januari hingga Agustus 2011 mencapai 1.018 kasus. "Perkara tersebut, merupakan perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Negeri, Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia pada tahun ini." kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus D Andhi Nirwanto ketika melakukan sosialisasi upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah, di Kudus, Senin.
Jika menyangkut dengan tingkah laku apalagi menyangkut pelajar dan kaum yang kelihatannya terpelajar maka masalah di atas tidak terlepas dari yang namanya pendidikan. Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Melihat keadaan tingkah laku pelajar dan kaum yang kelihatannya terpelajar seperti yang telah disebutkan sebelumnya, apakah sepuluh tahun kedepan atau beberapa puluh tahun kedepan masih berdiri sebuah negara bernama INDONESIA. Dan apakah dengan begini kita langsung memberikan statement bahwa pendidikan di Indonesia gagal dan lembaga pendidikan tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
Sebagus dan sehebat apapun kurikulum yang dibuat pendidikan di Indonesia tidak akan berfungsi dengan baik jika tidak memperhatikan, memahami, dan melaksanakan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional mengenai Hak dan Kewajiban Orang Tua pada pasal 7 yaitu:
(1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.
(2) Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya.
Sudahkah para orang tua memantau perkembangan pendidikan anaknya??? Cukupkah hanya memantau indeks prestasi yang di dapat setiap akhir semester??? Bagaimana dengan pendidikan tingkah laku, budi pekerti dan pengamalannya??? Apakah kewajiban orang tua memberikan pendidikan dasar sudah dilaksanakan???
Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata, “Barang siapa dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan meninggalkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari dari sisi orangtua yang yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama berikut sunnah-sunnahnya. Para orang tua itu melalaikan mereka di waktu kecil, sehingga mereka tidak sanggup menjadi orang yang bermanfaat kepada orang tua mereka. Ada sebagian orangtua yang mencela anaknya karena telah bersikap durhaka. Sang anak membantah, ‘wahai bapakku, engkau sendiri telah mendurhakaiku di masa aku kecil, maka sekarang aku mendurhakaimu setelah engkau tua. Sewaktu aku kecil engkau melalaikanmu di masa tuamu.’” (Suwaid, 2010).
Menurut Hurlock (1980): sikap, kebiasaan, dan pola perilaku pada anak yang dibentuk selama tahun-tahun pertama sangat menentukan seberapa jauh individu-individu berhasil menyesuaikan diri dalam kehidupan ketika mereka bertambah tua. Tahun-tahun pertama ini tentunya menjadi tanggung jawab orang tua. Disinilah pahlawan pendidikan tanpa tanda jasa dan sepanjang masa diuji kredibilitasnya, wonder women.
Wonder women disini bukan seperti halnya super hero lainnya yang bertindak setelah timbulnya masalah. Super hero yang satu ini harus bertindak hati-hati setiap harinya dan bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sang wonder women ini diharapkan menjadi agen-agen social of change. Perubahan menuju ke arah lebih baik bukan sebaliknya. Dan wonder women itu adalah saya, anda, dan mereka para wanita-wanita muslimah. Kalau bukan kita sapa lagi?????
Allah swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al hasyr: 18).
“dan Tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Q.S al An’am: 32).
Selanjutnya, setelah mengazamkan diri apa yang akan kita lakukan??? Jangan takut wahai saudariku. Bagi yang belum menikah kita bisa menyiapkan diri juga yakni menjadi anak yang berbakti. Kita harus banyak belajar untuk bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Bukankah Rasulullah saw pernah berkata, “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Belajar disini bukan hanya mengerti dan memahami saja tetapi juga mengamalkannya. Rasulullah saw pernah berkata, “tuntunlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”. Maka, kita hatus belajar bagaimana hidup baik dan menjalani kehidupan ke arah yang lebih baik, terus berada dalam ketakwaan kepada Allah swt.
Sesungguhnya, sebaik-baik pilihan dalam menikahi seorang wanita adalah karena agamanya, kesalehannya, ketakwaannya, dan tobatnya kepada Allah swt. Wanita seperti ini akan selalu membawa kesejukan dalam hati, dapat dipercaya pada dirinya, harta suaminya dan pendidikan anak-anaknya agar dia menyuapi mereka dengan makanan keimanan, menyusui mereka dengan susu ke-Islaman dan ketakwaan, membisikkan di telinga mereka dzikir kepada Allah swt dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, serta menanamkan kepada mereka kecintaan kepada Islam sampai mereka mati. Apa pun sikap seorang di masa mudanya, akan terus terbawa sampai hari tua, dan sifat-sifat kedua orangtua akan selalu menurun kepada anak-anak mereka (Suwaid, 2010)
Ad-Daruquthni meriwayatkan dari Aisyah ra:
“Rasulullah saw bersabda, ‘Pilihlah untuk sperma kalian tempat-tempat yang baik.”
Penjelasan dari hadits tersebut menurut Suwaid (2010): diantara hak suami adalah mencari tahu sejauh mana wawasan istrinya. Sebab, wawasan ini akan membantu sang istri untuk mengatur rumah tangga dan memberika pendidikan yang baik kepada anak-anaknya. Dan bagi wanita dipersilahkan untuk mempelajari ilmu pengetahuan apa saja dengan tata cara yang sesuai kesempurnaannya sebagai seorang wanita. Diantara kata-kata mutiara tentang hal ini adalah:
Sesungguhnya sepasang suami istri persis seperti satu bait syair.
Tidaklah baik sebuah syair apabila baris pertama indah sementara baris keduanya buruk.
Wanita saleha adalah wanita yang membuat senang suaminya ketika memandangnya, taat jika diperintah melakukan apa saja yang baik, menjaga diri dan harta suaminya ketika ditinggal bepergian atau yang lain. Wanita saleha adalah wanita yang membantu kehidupan dunia dan akhirat suaminya (Ibrahim, 2010). Bukankah ada pepatah mengatakan bahwa “dibalik suksesnya pria terdapat wanita hebat.” Jika wonder women ini benar-benar hadir di setiap keluar kecil pembentuk masyarakat, apakah korupsi masih memungkinkan??? Apakah kenakalan remaja akan merajalela???
Namun, dalam kehidupan sosial menuju kondisi ideal tersebut tidak akan terjadi jika hanya ada satu wonder women. Agen-agen yang bernama wonder women ini harus melakukan transformasi di masyarakat. Mereka harus menjadi tukang minyak wangi bagi orang-orang disekitarnya.
Allah swt berfirman:
“orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (Q.S. al hujuraat: 10).
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S. Al Ashr: 2-3).
Dan untuk melakukan dakwah ini setiap orang mempunyai cara sendiri. Allah swt berfirman:
“Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalanNya” (Q.S. Al israa’: 84).
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengingatkan saya, anda, dan semua wanita muslim bahwa kita adalah wonder women yang juga diutus di bumi ini sebagai kholifah dan nantinya dimintai pertanggungjawaban serta dapat mengingatkan bahwa kita adalah umat terbaik yang menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.
“Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya; apakah dia menjaganya atau melalaikannya, sampai meminta pertanggungjawab terhadap seorang atas keluarganya.” (Diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya secara marfu’).

Ya rabb kami, kalau bukan karena-Mu
Pasti kami tidak akan mendapat petunjuk
Kami juga tidak akan bersedekah ataupun shalat
Maka, anugerahkanlah ketentraman kepada kami
Dan mantapkanlah derap langkah kami
(Doa para sahabat pada Perang Khandaq)

Allahu’alam bi showab...
^_*

Referensi:
•Alqur’an Digital 2003
•Hurlock, Elizabeth B.1980.Psikologi Perkembangan.Jakarta: Penerbit Erlangga
•Ibrahim, M.S.2010. Menjadi Muslimah Bahagia Sepanjang Masa. Bandung: Mizania.
•RCTI. 2010. Seks Bebas Remaja Indonesia Cenderung Meningkat. Diakses pada 18 Maret 2012 di http://news.okezone.com.
•Suwaid, Muhammad N.A.H.2010.Prophetic Parenting.Yogyakarta: Pro-U Media
•Tira.2011. “Permasalahan Narkoba dan Zat Adiktif Lainnya”. http://rehsos.depsos.go.id Diakses pada 18 Maret 2012
•UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas
•Wardhani, Anita. Astaga! 66% remaja indonesia tak perawan lagi. Diakses pada 18 Maret 2012 di http://www.tribunnews.com

Jumat, 10 Februari 2012

SARAH ISTRI IBRAHIM A.S.

SARAH ISTRI IBRAHIM A.S.
1. Kecantikan yang Luar Biasa
Abu Hurairah r.a. berkata: "Rasulullah saw. bersabda: 'Ibrahim a.s. hijrah bersama Sarah. Dia memasuki satu desa yang dikuasai oleh seorang raja yang tergolong tirani. Dikabarkan kepadanya bahwa Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik.207 Lalu raja itu memanggilnya." (HR Bukhari dan Muslim)208
2. Tenang Menghadapi Cobaan
Hadits berikut ini merupakan lanjutan hadits di atas. Lalu raja itu menyuruhnya datang menghadap. Utusan itu bertanya: "Wahai Ibrahim, siapakah perempuan yang bersamamu ini?" Ibrahim menjawab: "Saudaraku." Kemudian Ibrahim menemui Sarah dan berkata: "Ucapanmu jangan berbeda dengan ucapanku, sebab aku telah memberitahu mereka bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Demi Allah (aku terpaksa berdusta) karena di sini tidak ada orang mukmin selain aku dan kamu." Kemudian raja mengirim utusan untuk membawa Sarah.
3. Penuh Tawakal kepada Allah
Lanjutan hadits di atas, kemudian raja mengirim utusan kepada Ibrahim untuk membawa Sarah. Lalu raja berdiri ke dekat Sarah, sementara Sarah berdiri untuk berwudhu, lalu shalat. Sarah berdoa: "Ya Allah, seandainya aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan Engkau menjaga kemaluanku kecuali terhadap suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan orang kafir atas diriku." Raja seperti orang sekarat dengan mengeluarkan suara seperti orang mendengkur dan kakinya bergerak-gerak.
4. Pintar dan Memahami Risiko yang Dihadapi
Lanjutan hadits di atas, Sarah berkata: "Ya Allah, jika dia mati, maka orang akan berkata: 'Dialah yang telah membunuhnya.' Maka sadarkanlah dia." Kemudian raja berdiri menghampiri Sarah, dan Sarah juga berdiri untuk berwudhu dan shalat, kemudian berdoa: "Ya Allah, seandainya aku beriman pada-Mu dan pada Rasul-Mu dan Engkau menjaga kemaluanku, kecuali terhadap suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan orang kafir ini atas diriku." Raja kembali seperti orang sakarat, mendengkur, dan menggerak-gerakkan kakinya. Kemudian Sarah berkata: "Ya Allah, jika dia mati, maka orang akan berkata: 'Sarah telah membunuhnya.'" Maka sadarkanlah dia untuk kedua dan ketiga kalinya.
5. Allah Memuliakan Sarah
Lanjutan hadits di atas, (melihat keadaan dirinya) raja berkata: "Demi Allah, yang kalian kirim kepadaku ini hanyalah setan. Kembalikanlah dia kepada Ibrahim dan berikanlah Hajar kepadanya." Lalu Sarah kembali kepada Ibrahim a.s. seraya berkata: "Tahukah kamu bagaimana Allah menghinakan si kafir itu dan memberi kita seorang pelayan?" (HR Bukhari dan Muslim)209
6. Ikut Menerima Tamu dan Berita Gembira dari Para Malaikat
Allah SWT berfirman:
"Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: 'Salaman (selamat).' Ibrahim menjawab: 'Salamun (selamat)', maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ihrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: 'Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth. 'Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Ya'qub. Istrinya berkata: 'Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. 'Para malaikat ini berkata: 'Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Ini adalah) rahmatAllah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.'" (Hud: 69-73)

Jumat, 11 November 2011

Untukmu, Para Mempelai dan Pendidik Sejati


CIREBON, KOMPAS.com — Anggota Kepolisian Resor Cirebon Kota menemukan video duel pelajar di dalam telepon seluler (ponsel) pelajar SMKN 1 Cirebon, Selasa (8/11/2011). Selain video duel, polisi juga menemukan video porno di ponsel pelajar SMKN 1 Cirebon dalam razia kemarin. Razia digelar di SMKN 1 Cirebon sejak pukul 09.30 sampai pukul 12.00. Setiap tas dan ponsel pelajar diperiksa satu per satu. Ini dilakukan untuk meminimalisasi kriminalitas di kalangan pelajar sebab belakangan ini kerap terjadi tawuran antarpelajar SMK di Kota Cirebon.”
Pada berita di atas terdapat beberapa contoh kasus yang sering terjadi di kalangan pelajar saat ini. Perkelahian antar pelajar dan memiliki video porno tersebut menurut saya adalah kasus yang dianggap ringan bahkan sudah dianggap hal biasa oleh sebagian masyarakat.
Menurut Syamsudin (2008) perilaku amoral pelajar sangat sering kita dengar dan saksikan, dari kekerasan sampai keromantisan, dan dari mabuk-mabukan sampai pencabulan. Dan parahnya, perilaku ini semakin hari semakin menjadi-jadi. Misalnya, kasus video adegan mesum yang dilakukan pelajar. Selain itu terdapat juga kasus tawuran antar geng, tawuran antar sekolah, mengonsumsi miras (narkoba), pemerkosaan, seks bebas, pencabulan, dan pencurian.
Dengan keadaan tersebut banyak orang yang menanyakan status pelajar yang notabene sebagai seorang yang terdidik. Pendidikan yang dienyam telah bertahun-tahun seharusnya pelajar memiliki kepribadian yang kian membaik. Dan masih banyak lagi gugatan dan kritikan atas pelajar lainnya.
Mungkin kita pernah mendengar pepatah, “Ada asap ada api” yang artinya adalah segala akibat ada sebabnya. Begitu pula dengan persoalan pelajar yang telah disebutkan di atas. Pastinya ada faktor-faktor atau penyebab timbulnya perilaku pelajar seperti itu.
Menurut Hurlock (1980): sikap, kebiasaan, dan pola perilaku yang dibentuk selama tahun-tahun pertama sangat menentukan seberapa jauh individu-individu berhasil menyesuaikan diri dalam kehidupan ketika mereka bertambah tua.
Dalam Suwaid (2010), Imam Al Gazhali mengatakan, “Anak adalah amanat di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dalam bentuk apa pun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka ia akan tumbuh dalam kebaikan itu. Dampaknya, kedua orang tuanya akan hidup berbahagia di dunia dan di akhirat. Semua orang dapat menjadi guru dan pendidiknya. Namun, apabila dibiasakan dengan keburukan dan dilalaikan=seperti dilalaikannya hewan- pasti si anak akan celaka dan binasa. Dosanya akan melilit leher orang yang bertanggung jawab atasnya dan menjadi walinya. Rasulullas saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan ats fitrahnya. Kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani....” (HR Bukhori)
Oleh karena itu, perlu ada usaha dan kerja keras secara terus menerus dalam mendidik anak, memperbaiki kesalahan mereka dan membiasakan mereka mengerjakan kebaikan. Inilah jalan para Nabi dan Rasul: Nabi Nuh a.s. mengajak putranya beriman, Nabi Ibrahim a.s. mewasiatkan anak-anaknya untuk beribadah kepada Allah semata, dan demikian seterusnya.
Imam Nawawi dalam kitab Bustanul Arifin menyebutkan dari Asy Syafi’i dari Fudhail mengatakan: Nabi Dawud a.s. berdoa, “Wahai Tuhanku, perlakukanlah puteraku seperti  Engkau memperlakukanku.” Maka Allah swt. mewahyukan kepadanya, “Wahai Dawud, katakanlah kepada puteramu agar memperlakukan-Ku sama seperti engkau memperlakukan-Ku, niscaya Aku akan memperlakukannya seperti Aku memperlakukanmu.”
Oleh karena itu, Imam Ghazali dalam risalahnya, Ayyuhal Walad, menegaskan bahwa makna pendidikan sama seperti pekerjaan petani yang mencabut duri-duri dan menyiangi rumput-rumput liar, agar tanamannya tumbuh sehat dan mendapat hasil panen yang maksimal.
Firman Allah swt.:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa saja yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. at-Tahrim: 6)
Ibnul Qayyim menegaskan, “Maka, barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya dan meninggalkannya begitu saj, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orang tua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama berikut sunnah-sunnahnya. Para orang tua itu melalaikan mereka di waktu kecil, sehingga mereka tidak sanggup menjadi orang yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan tidak dapat memberi manfaat kepada orang tua meraka. Ada sebagian orang tua yang mencela anaknya karena telah bersikap durhaka. Sang anak membantah, “Wahai bapakku, engkau sendiri telah mendurhakaiku di masa aku kecil, maka sekarang aku mendurhakaimu setelah engkau tua. Sewaktu aku kecil engkau melalaikanku, maka sekarang aku pun melalaikanmu.”

Referensi:
  1. 1.    Hurlock, Elizabeth B.1980.Psikologi Perkembangan.Jakarta: Penerbit Erlangga
  2. 2.    Suwaid, Muhammad N.A.H.2010.Prophetic Parenting.Yogyakarta: Pro-U Media
  3. 3.    Syamsudin, Dasam.2008.Pelajar dan Perilau Amoral. Tersedia pada http://ngaji-syamsudin.blogspot.com/2008/11/pelajar-dan-perilaku-amoral.html diakses pada tanggal 11 November 2011
  4. 4.    Wadrianto, Glori K.2011. Dalam Razia, Ditemukan Rekaman Duel dan Video Porno. Tersedia  pada: http://regional.kompas.com/read/2011/11/09/05095311/Dalam.Razia.Ditemukan.Rekaman.Duel.dan.Video.Porno diakses pada tanggal 11 November 2011

Sabtu, 18 Juni 2011

“Makhluk yang Bernama Wanita Ditinjau dari Filosofisnya”


Makhluk Allah yang disebut sebagai wanita ini adalah makhluk yang unik. Mereka memiliki dunia sendiri yang disebut sebagai dunia “yang memelihara”. Dunia itu berpangkal dari kehadiran seorang bayi. Wanita akan beradapasi dengan kehadiran seorang bayi tersebut dalam tips-tips kewanitaannya dank has keibuannya. Berbeda dengan laki-laki yang memiliki dunia kerja, penaklukkan, ekspansi, dan agresivitas. Namun dari keunikannya, wanita tidak lebih tinggi derajatnya atau pun lebih rendah dari makhluk Allah yang lain semisal makhluk yang bernama laki-laki. Dan Allah swt berfirman:
  
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain[259]. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik." (Q.S. Ali Imran: 159)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa sebagaimana laki-laki berasal dari sepasang laki-laki dan perempuan, maka demikian pula perempuan berasal dari laki-laki dan perempuan. Keduanya sama-sama manusia, tak ada kelebihan yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amalnya.

Sebagai manusia, menurut Dr. Kartini Kartono, wanita merupakan suatu substansi yang harus memperjuangkan dirinya &  membangun realitas hidupnya untuk mengembangkan pribadinya yang sempurna.

Namun, dalam pelaksanaan amalnya berbeda dengan laki-laki. Baik itu pola tingkah laku beserta isi dan bentuknya serta struktur aktivitas. Hal ini di dasari oleh perbedaan anatomi-fisiologi yang kemudian juga diperkuat struktur kebudayaan, adat-istiadat, dan pengaruh-pengaruh pendidikan. 

Keadaan tersebut juga menurut Dr. Kartini Kartono, membuat wanita mencoba menemukan atau memahami dirinya sendiri secara lahiriah, dan secara ruhani, wanita mengatasi semua situasi dan waktu untuk meningkatkan usahanya serta menyempurnakan diri. Dan keadaan itu sebagai proyek bagi wanita yang harus dilaksanakan dan diselesaikan sendiri.

Pelaksanaan dan penyelesaian proyek sebagai wanita memiliki ke-khasan tersendiri. Sebagai substansi wanita itu identik, sedangkan sebagai wanita yang mempribadi, ia adalah otentik (khas).

Substansi wanita secara ontologis adalah mandiri dan memiliki otonom untuk memenuhi kebutuhannya. Secara etis, wanita ada usaha penyempurnaan diri.  Jadi makna identik di atas dapat dimaknai bahwa setiap wanita mempunyai usaha sendiri untuk menyempurnakan diri dengan mandiri. Maksud dari kemandirian disini adalah wanita mengetahui atau memahami dirinya sehingga ia memiliki otonom untuk memenuhi kebutuhan dirinya.

Sebagai pribadi yang mandiri, wanita  adalah pengada dan pembentuk. Bisa dilihat dalam aktivitasnya yang cultural dengan bentuk komunikasi dengan alam-materi sehingga terbentuklah kebudayaan: dalam hal ini kebudayaan wanita di tengah wanita.

Komunikasi wanita merupakan bentuk  “aku yg mencari engkau”, sebab yang bisa menggugah diriku, yg bisa memberi arti & makna diriku adalah engkau/ orang lain (anak &suaminya) sehingga wanita merupakan pribadi sosial (memerlukan antar-relasi jasmaniah dan psikis dg manusia lain). 

Wanita yang berusaha menyempurnakan diri adalah wanita yang subur dan kaya. Dimana subur dan kaya disini adalah mau membuka diri sendiri & berusaha membahagiakan orang lain (terutama anak & suaminya).

Allah swt berfirman:
isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman (Q.S. Al Baqarah: 223)

Subhanallah…… wallahu ‘alam bish-showab….

Referensi:
  1. Kartono, Kartini.2006.Psikologi Wanita 1. Bandung: CV Mandar Maju
  2. Terjemah Al Qur’an

Jumat, 17 Juni 2011

Wasiat Nabi saw untuk istri-istri Beliau


'Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, "Orang yang paling cepat menyusulku di antara kamu adalah orang yang paling panjang tangannya." (HR Bukhari,Muslim, Al Hakim, An Nasa'i Ahmad dan Al Khatib dalam Tarikh Baghdad)

'Aisyah berkata, "Lalu kami berlomba-lomba  mengukur mana yang paling panjang tangannya di antara kami." "Aisyah menambahkan lagi, "Ternyata yang paling panjang tangannya di antara kami adalah Zainab karena ia bekerja dengan tangannya sendiri dan bersedekah."
Saudariku Muslimah, nasihat Nabi saw. ini mengajarkan kepada kita nilai sedekah, dampak dan berkahnya. Nabi saw. telah mengajari kita bahwa salah satu sifat yang harus dijauhi Muslimah adalah kikir, perangai yang buruk, dan penakut. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, "Keburukan yang ada pada laki-laki adalah kikir dan penakut yang keterlaluan." (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibn Hibban, dan Abu Nu'aim dalam Hulyatu Auliya)
Ketahuilah, wahai saudariku Muslimah, bahwa keadaan anda di dunia ini tidak akan menjadi baik, kecuali dengan dua hal, yaitu kikir dan angan-angan.
'Abdullah bin Amr berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Baiknya umat ini berawal karena zahud dan yakin, dan hancurnya umat ini karena kikir dan angan-angan."
Saudariku Muslimah, marilah perbaiki urusan anda agar anda meraih keridhaan Allah swt.

Referensi:


  • Ibrahim, Majdi Sayyid.2010. Menjadi Muslimah Bahagia Sepanjang Masa. Bandung: Mizania

“Kembalikan semua kepada Allah”


Tidak dipungkiri bahwa manusia mempunyai nafsu yang merupakan makhluk yang paling sempurna serta yang paling dimuliakan Allah diatas segala ciptaan-Nya. Namun, keberadaan nafsu itu akan menjadi mudharat bagi manusia jika tidak dapat dikendalikan dan akan menjadi rahmat bila senantiasa kita kendalikan nafsu kita ke arah yang positif yang tentunya diridhai Allah.
Dengan adanya nafsu kita senantiasa menginginkan segala sesuatu yang berwujud benda ataupun hanya dapat dirasakan (misalnya perasaan, penghargaan, dan lain-lain). Dan seringkali apa yang kita inginkan dengan berusaha sekuat tenaga tidak sesuai dengan keinginan. Maka yang terjadi adalah perasaan kecewa, sedih, dan marah.
Perasaan kecewa, sedih, dan marah itu wajar bagi manusia. Yang tidak wajar ialah marah , kecewa dan sedih secara berlebihan hingga merasa bahwa diri ini adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia ini atau bahkan menganggap bahwa Tuhan itu tidak adil.
Allah-lah yang paling tahu keadaan kita. Allah senantiasa memberikan sesuatu dengan ukuran-Nya. Tidak ada sangkut pautnya dengan kelayakan seseorang menurut ukuran dirinya sendiri. Jadi, bukanlah wilayah kita mempertanyakan kebijakan-Nya. Sebab, Allah berbuat menurut kehendak-Nya, bukan menurut kehendak hamba-Nya. Jadi, sudah sebaiknya kita selalu meminta rahmat-Nya bukan keadilan-Nya.
Jika diibaratkan, keinginan kita ialah bagai ‘sasaran’ yang akan kita panah dengan busur panah yang kita miliki. Dan tugas kita sebagai ‘pemanah’ memfokuskan perhatian pada sasaran, mempersiapkan segala kemungkinan untuk berhasil “membidik” tepat sasaran. Namun demikian, meskipun perhitungan telah akurat, bisa saja angin membelokkan busur panah kita. Angin lah yang membatasi antara busur panah dengan sasaran. Maka dari itu, sebagai makhluk yang beriman biarkan ketentuan-Nya yang bermain.

“ dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaKu, Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaKu, Apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. Az Zumar: 38)